ETIKA MENGGUNAKAN GADGET

Pengertian Gadget

Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Tetapi dari penjelasan diatas akan membuat kita lebih bertanya, “Apa perbedaan gadget dengan perangkat elektronik lainnya?”. Yang paling mencolok dari perbedaan tersebut adalah unsur “pembaharuan”. Simple-nya. gadget adalah alat elektronik yang memiliki pembaharuan dari hari ke hari sehingga membuat hidup manusia lebih praktis.

Kita ambil contoh telepon rumah dan komputer. Komputer dan telepon rumah masuk dalam kategori perangkat elektronik. Bandingkan dengan Laptop dan handphone, kedua perangkat ini lebih compact dan portable, sehingga kedua perangkat ini dapat disebut sebagai gadget.

Etika Menggunakan Gadget

Karena tulisan saya kali ini membahas tentang etika menggunakan gadget, maka saya akan lebih menekankan pembahasan etika dalam menggunakan gadget dibanding menjabarkan pengertian apa itu gadget. Pada jaman sekarang ini tidak bisa dipungkiri bahwa gadget merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari kusunya untuk menunjang produktivitas kita dalam bekerja, namun demikian bukan berarti hanya orang yang sedang bekerja saja yang boleh menggunakan gadget tersebut. Di tempat-tempat umum sekali pun berhamburan orang-orang yang sibuk dengan gadget mereka masing-masing. Jenis-jenis gadget seperti perangkat seluler lowend, smartphone, tablet, netbook, hingga laptop sudah menjadi andalan di genggaman para penggila gadget di mana pun mereka berada.

Kita yang sudah terbiasa melihat pemandangan ini seakan ikut menjadi bagian dari mereka. Memang tidak ada salahnya jika setiap orang menggunakan gadget mereka masing-masing untuk kebutuhannya sendiri. Akan tetapi, penggunaan gadget yang tidak bijak terkadang bisa membuat kesal orang lain. Bayangkan jika ada orang lain sedang bertatap muka dengan kita, sedangkan kita sibuk dan lebih mementingkan isi informasi dalam gadget kita, rasanya tidak sopan dan tidak beretika.

Itu adalah contoh kecil di sekeliling kita. Mari kita amati lebih jauh lagi, pernahkah kita melihat sekumpulan orang yang sedang makan bersama, tiba-tiba beberapa diantara mereka sibuk sendiri dengan gadget masing-masing? Entah itu membaca sms, melihat-lihat status jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter, asyik berchatting ria dengan berbagai layanan messenger, bermain game, dan sebagainya. Hal-hal semacam ini juga tidak jarang kita jumpai pula di tempat-tempat umum seperti stasiun, terminal, cafe, mall, warung makan, kantor, sekolah/kampus, bahkan pasar.

Sebegitu pentingnya informasi dan fitur lain dalam gadget kita telah membuat sebagian orang menjadi lupa. Mereka lupa bahwa mereka sedang berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung di dunia nyata. Waktu yang mereka habiskan untuk melayani gadget mereka jauh lebih banyak dibandingkan dengan interaksi kepada orang-orang di sekitarnya.

Simpanlah sejenak gadget kita ketika kita sedang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Layani mereka terlebih dahulu dengan sopan dan beretika. Hindari hal-hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain, serta janganlah seolah-olah kita yang berbuat ‘cuek’ dan ’sok sibuk’ kepada orang-orang di sekitar kita. Pada acara-acara tertentu, misalnya ketika rapat dan beribadah, akan lebih baik jika gadget kita dimatikan (silent) terlebih dahulu agar tidak mengganggu suasana.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget

Pada dasarnya gadget diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia sehingga pekerjaan manusia dapat diselesaikan dengan lebih praktis dan efisien. Sebagai contoh, melalui gadget seseorang dapat dengan mudah mengirim pesan kepada seseorang lainnya tanpa harus berada ditempat kusus serta memakan waktu yang lama, seseorang juga dapat melihat informasi dengan begitu mudahnya, selain itu gadget juga dapat digunakan seseorang untuk menghibur dirinya disaat sedang stress dengan rutinitasnya seperti dengan bermain games atau sekedar mendengankan lagu.

Namun, dengan adanya gadget bukan berarti selalu hal positif yang akan kita dapatkan, gadget juga dapat menimbulkan hal-hal yang negatif seiring dengan penggunaanya yang tidak bijak. Seperti telah ditulisankan sebelumnya bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi rasa sopan kita kepada seseorang di saat sedang berinteraksi secara tatap muka, selain itu penggunaan gadget oleh anak-anak dapat berdampak negatif saat penggunaanya tidak diawasi oleh orang tuanya, seorang anak dapat dengan mudah mengakses situs porno dari gadgetnya yang akan berdampak pada rusaknya jiwa dan pikiran anak tersebut. Selain beberapa dampak negatif yang sudah disebutkan sebelumnya terdapat sebuah kasus yang belum lama terjadi, yaitu seorang ibu terpeleset dari tangga ketika sedang asyik membaca sesuatu pada gadgetnya.

Contoh Kasus

Cyber Crime
Seiring dengan perkembangan jaman banyak cara yang dilakukan dalam kejahatan di dunia maya atau Cybercrime. pengertian dari cybercrime itu sendiri adalah tidak criminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi computer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet. Tapi jangan takut karena kejahatan jenis ini juga bisa meninggalkan jejak yang sangat membantu para penyidik. Berikut saya akan memaparkan beberapa kasus yang terjadi dalam dunia maya.

Pengertian Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet atau dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan telekomunikasi.

Penipuan
kejahatan yang sekarang lagi marak di dunia maya, adalah penipuan. penipuan dalam bentuk transaksi jual beli barang dan jasa. modus operandi penipu online ini pun dilakukan dengan berbagai cara, ada yang menjual melalui milis, melalui forum, melalui mini iklan, text-ad. dengan mengaku berada di kota yang berbeda dengan calon mangsanya, mereka memancing kelemahan dari para calon ‘pembeli’ yang tidak sadar mereka sudah terjebak.

Modus : Orang yang melakukan transaksi pembelian gadget dengan seseorang yang dikenal melalui milis tersebut dan ternyata setelah pembayaran (transfer) dilakukan, barang yang datang ternyata bukan gadget yang dimaksud, ternyata paketnya berisi lembaran brosur paket investasi.
di forum kaskus, untuk mengatasi kejahatan penipuan, mereka membuat sebuah ‘jembatan’ yang memperantarai pembeli dan penjual. walaupun saya tidak tahu detailnya bagaimana, tampaknya cara seperti ini lumayan ampuh untuk mencegah penipuan yang dimaksud. karena pembeli dan penjual tampaknya divalidasi sehingga kebedaan mereka di dunia nyata ada nyatanya.
sayangnya beberapa orang yang sudah tertipu, jarang ada yang melaporkan ke polisi. padahal polisi sudah mempunyai divisi khusus cyber crime untuk menangani masalah ini. semata-mata karena mereka takut harus mengeluarkan uang hanya untuk melaporkan kejahatan. kalau begitu, mungkin silahkan mencoba form pelaporan yang tersedia di website divisi khusus tersebut di http://www.cyber-poldametro.net/Indonesia/Laporan.asp
pelanggulangan : jika kita akan melakukan sebuah transaksi jual beli di internet, kita harus teliti apakah penjual/pembeli bisa dipercaya atau tidak.

Spyware
Sesuai dengan namanya, spy yang berarti mata-mata dan ware yang berarti program, maka spyware yang masuk dalam katagori malicious software ini, memang dibuat agar bisa memata-matai komputer yang kita gunakan. Tentu saja, sesuai dengan karakter dan sifat mata-mata, semua itu dilakukan tanpa sepengetahuan si empunya. Setelah memperoleh data dari hasil monitoring, nantinya spyware akan melaporkan aktivitas yang terjadi pada PC tersebut kepada pihak ketiga atau si pembuatspyware.
Spyware awalnya tidak berbahaya karena tidak merusak data seperti halnya yang dilakukan virus. Berbeda dengan virus atau worm, spyware tidak berkembang biak dan tidak menyebarkan diri ke PC lainnya dalam jaringan yang sama .
Modus : perkembangan teknologi dan kecanggihan akal manusia, spyware yang semula hanya berwujud iklan atau banner dengan maksud untuk mendapatkan profit semata, sekarang berubah menjadi salah satu media yang merusak, bahkan cenderung merugikan.

Sumber
http://alufaaminul.blogspot.com/2012/07/3-contoh-kasus-penyalahgunaan-teknologi.html

Tya marah versi 2

Kali ini gw bilang cemburu, gw diajak ke suatu tempat, disana gw sambil ngerjain skripsi lah biar ga terlalu bete masalahnya itu temen2nya dia jadi ga terlalu akrab sama semuanya. Dia bilang gw nyuekin dia, astaga bukan nyuekin, tapi buat bikin game, mikir logika, script itu butuh extra fokus. 1 hari ga diasah pasti lupa, makanya belakangan gw jadi agak sibuk, ya emang gitu, Gw tau, mungkin dia ngerasa kesepian sama sikap gw yg terlalu fokus sama skripsi ini. Tadinya mau bikin skripsi leap motion sendiri, tapi entah kenapa pas tya nganter gw dia juga ditanya pak setia dan dia juga mungkin gugup, dia langsung jawab aja. Dan dia pun leap motion, sama hendra juga leap motion. Jadi, kesibukan gw selama ini buat tanggung jawab sama apa yg gw buat mereka jadi ikut2an skripsi ini. Gw bakal merasa bersalah klo sampe kami bertiga gagal, atau salah satu dari kita gagal, hendra juga gw ajak karna dia menurut gw lumayan ngerti masalah script sama dia suka buat belajar.

Lalu, dari awal beberapa bulan sebelum skripsi juga gw bilang sama tya, mau bikin skripsi apa? Kata dia bingung… Terus gw bilang gw pasti bantu buat aplikasinya, terus gw sempet minta 1 permintaan. Gw ga minta aneh2, gw bilang “Jangan sampe marah klo aku lagi ngerjain skripsi kamu” itu doang. Sekarang terbukti kan? Dia bilang gw selalu nyuekin dia, padahal maksud dari permintaan gw tuh menjurus kesitu. Gw klo udah fokus sama suatu project, gw seneng gw bakal kelarin itu secepat mungkin sebisa gw, walau harus begadang semaleman. Bangun buat mulai lagi, tapi apalah sebuah janji, itu juga udah lama, mungkin dia lupa sama permintaan gw yang satu itu… Dan pada akhirnya waktu gw di caffe itu bener2 lagi ngerjain skripsi, skripsi dia juga, mungkin dia bete gw terlalu fokus, mungkin dia pingin seneng sama yg lain, dan sayangnya dia malah bikin cemburu, pulangnya gw ke warung dulu makan, disitu gw ketiduran, emang mungkin efek kangkung yg hari sebelumnya gw makan 2 piring. Disitu gw telat ngabarin dia, gw karena masih ada rasa cemburu, gw cuma mau dia tau, dia mintaa maaf itu kelar. Tapi dia ga sadar juga, dia malah nganggep gw ga mau ngabarin dia dan ketika dia ngerjain tugas gw, gw seneng disitu terus gw bilang klo gw cemburu terus dia pesan2 pesan2 sampe akhirnya terus membawa hubungan ini ke ujung jalan, gw udah minta maaf, tapi apa, mungkin dia sangat benci klo gw bilang cemburu sampe dia terus sms yg ga enak. Bilang ini, itu. Yah dia minta ga bbman, bilang seperlunya aja lah, bilang ga mau repotin lagi lah.

Gw bingung, padahal selama ini dia yang paling sering mengucap cinta, paling sering ngomongin masa depan, nikah, tapi kenapa ya setiap ada masalah dia malah bawa hubungan ini ke pilihan yg sulit.

Kesimpulannya, gw cemburu, gw bete, gw bilang, terus jadi dia yg marah, dia terus keluarin kata2 ga enak, dia terus kasih emot senyum, itu yg paling menyakitkan, dan akhirnya ya gini. Dia bilang jangan bbman, sama ga mau repotin lagi.

Gw emang jarang bilang sayang, cinta, ga jarang2 banget. tapi gw terus jaga hubungan ini… Cinta sesungguhnya bukan cuma dari ucapan sama sikap romantis yg dibuat2. Tapi gimana bisa pertahanin cinta itu sendiri. Karna cinta ga bakal tumbuh sama kepalsuan2 itu, gw emang gini, ga bisa romantis ya bilang, ga mau gw sok2 romantis, gw cuma lakuin sebisa gw ga ada kebohongan, jujur apa adanya itu menurut gw paling baik. Dan cinta yang dikit2 minta putus, itu cinta apa yah, apa ga bisa diomongin lagi, gw jujur ga ada kepikiran buat akhiri hubungan ini. Apapun kesalahan dia gw coba maafin, tapi berbeda dengannya. Gw ga tau kaya apa sebenernya mau dia. Dia terlalu labil perasaannya kadang terlalu cinta tapi kadang… Yasudahlah

Pembahasan UU RI NO. 36 TAHUN 1999

Analisa Penulis

Pembahasan UU RI NO. 36 Pasal 1 ayat 1

Alat Telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalam bertelekomunikasi.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan jugs bahwa alat telekomunikasi adalah alat-alat perlengkapan yang dimanfaatkan dalam bertelekomunikasi, sedangkan yang dimaksud dengan perangkat telekomunikasi adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkan terjadinya proses telekomunikasi. Alat-alat dan perangkat  terdiri dari empat kelompok; kelompok jaringan, kelompok akses, kelompok alat pelanggan serta kelompok alat dan perangkat pendukung telekomunikasi.

  • Kelompok jaringan adalah kelompok alat-alat dan perangkat telekomunikasi yang ditempatkan dalam jaringan utama (core network).
  • Kelompok akses adalah kelompok alat-alat dan perangkat telekomunikasi yang ditempatkan di antara jaringan utama dan terminal serta antar jaringan utama.
  • Kelompok alat pelanggan adalah kelompok alat-alat serta perangkat telekomunikasi yang ditempatkan di ujung jaringan akses.
  • Kelompok alat dan perangkat pendukung telekomunikasi adalah kelompok alat-alat dan perangkat telekomunikasi yang dimanfaatkan sebagai pendukung pada berbagai alat dan perangkat telekomunikasi.

Contoh Alat Telekomunikasi

TELEVISI

Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari katatele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tiviteve atau tipi.

2. INTERNET

internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

3. FAX
Disingkat dengan FoIP, Suatu mekanisme untuk mengirimkan fax melalui Internet (yang berbasis IP). Hal ini mirip seperti VoIP
b.Cara Menggunakan
Tekan nomor fax yang anda tuju lalu tunggu sebentar,maka dokumen akan terkirim.
c.Guna Dari Fax
Mengirim dokumen dari suatu negeri ke negeri lainnya.

4. PAGER
Pager adalah alat panggil seperti handphone namun lebih praktis dikarenakan,pager tidak memiliki fasilitas lainnya selain sms.Pager hanya bisa menerima SMS dan tidak bisa mengirim SMS
b.Cara Menggunakan
Tekan nomor pager yang anda tuju lalu ketik yang anda ingin katakan pada yang anda kirimkan.
c.Guna Dari pager
Mengirimkan SMS kepada orang yang kita tuju dengan cepat dan lebih praktis.

6. PUSH TO TALK

Alat bicara yang ukuran tubuhnya lumayan kecil.Pembicara yg memakainya harus bergantian dengan lawan bicaranya ,misal:si A berbicara lalu berhenti, si B menunggu bunyi *beep barulah menjawabnya.Kesimpulannya 1 PTT bisa dipakai dengan berbanyak orang namun orang-orang yang memakainya harus berbicara SECARA BERGANTIAN
b.Cara Memakainya
Si A berbicara lalu berhenti,Lawan bicaranya (si B) menunggu bunyi *beep barulah menjawabnya,begitu juga dengan si c,d,e,f,dan lainnya.

7.RADIO

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi danradiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

KODE ETIK PROFESI MASA DEPAN

KODE ETIK PROFESI GURU

kode etik profesi guru 
kode etik suatu profesi merupakan normanorma yang harus diindahkan dan diamalkan oleh setiap anggotanya dalam pelaksanaan tugas dan pergaulan hidup seharihari di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjukpetunjuk bagaimana mereka melaksanakan profesinya, dan larangan-larangan, tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan, tidak saja dalam menjalankan tugas profesi, tetapi dalam pergaulan hidup sehari- hari di dalam masyarakat.

Menurut Kartadinata profesi guru adalah orang yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu, dan kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan..

Makagiansar, M. 1996 profesi guru adalah orang yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu

Nasanius, Y. 1998 mengatakan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik, antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar, membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki, (c) sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.

Galbreath, J. 1999 profesi guru adalah orang yang bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik.

Gagasan pendidikan profesi guru semula dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk mengatasi problem mutu keguruan kita karena perbaikan itu tidak akan terjadi dengan menaikkan remunerasi saja. Oleh sebab itu, pendidikan profesi diperlukan sebagai upaya mengubah motivasi dan kinerja guru secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

 

Sebagai kalangan profesional, sudah waktunya guru Indonesia memiliki kode etik dan sumpah profesi. Guru juga harus memiliki kemampuan sesuai dengan standar minimal sehingga nantinya “tidak malpraktik” ketika mengajar.

Direktur Program Pascasarjana Uninus, Prof. Dr. H. Achmad Sanusi, M.P.A., menyatakan hal tersebut. “Dibandingkan dengan profesi lain seperti dokter, guru masih tertinggal karena belum memiliki sumpah dan kode etik guru,” katanya.

Adanya sumpah profesi dan kode etik guru, menurut Achmad Sanusi, sebagai rambu-rambu, rem, dan pedoman dalam tindakan guru khususnya saat kegiatan mengajar. Alasannya, guru harus bertanggung jawab dengan profesi maupun hasil dari pengajaran yang ia berikan kepada siswa. Jangan sampai terjadi malapraktik pendidikan.

KODE ETIK GURU INDONESIA

 

Kode Etik Guru di Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik, sistematik dalam suatu sistem yang utuh. Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru, baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam pergaulan hidup seharihari di masyarakat. Dengan demikian, Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan.

Seperti halnya profesi lain, Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh utusan. Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh penjuru tanah air, pertama dalam Kongres ke XIII di Jakarta tahun 1973, dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI ke XVI tahun 1989 juga di Jakarta. Adapun teks Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut.

1.    Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila.

2.    Guru memiliki dan melaksanakan kewjujuran professional.

3.    Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan

4.    Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar

5.    Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan

6.    Guru secara pribadi dan secara bersama-sama mengembangkandan meningkatkan mutu dan martabat profesinya

7.    Guru memelihara hubungan profesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan nasional

8.    Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organiosasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian

9.    Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

 

Tya marah

Selasa di kemang seusai pelajaran gw disuruh jadi figuran dan awalnya ga mau tapi karna dia bilang minta tolong buat ngerjain TA ya gw coba bantu, terus gw di make up terus nunggu pemeran utamanya. Nah shooting dimulai dan banyak scene yang diulang, baru tau klo bikin film kita beradegan sama berkali2 buat ngambil dari sudut yg beda. Banyak lagi yg gw dapet dari sini dan pada akhirnya gw ditinggal cw gw sebagai bayarannya😦

Sungguh disayangkan, hubungan hampir setaun ditinggal gara2 bantu orang…

Etika Hakim

. PENGERTIAN HAKIM

Hakim adalah pegawai negeri sipil yang mempunyai jabatan fungsional. Kode etik hakim disebut juga kode kehormatan hakim. Hakim juga adalah pejabat yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman yang syarat dan tata cara pengangkatan, pemberhetian dan pelaksanaan tugasnya ditentukan oleh undang-undang.

B. KEWAJIBAN / TUGAS HAKIM

Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan mempunyai kewajiban yaitu :

1. Menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup di masyarakat.

Dalam masyarakat yang masih mengenal hukum tidak tertulis, serta berada dalam masa pergolakan dan peralihan. Hakim merupakan perumus dan penggali dari nilai-nilai hukum yang hidup dikalangan rakyat. Untuk itu ia harus terjun ke tangah-tengah masyarakat untuk mengenal, merasakan, dan mampu menyelami perasaan hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Dengan demikian hakim dapat memberikan keputusan yang sesuai dengan hukum dan rasa keadilan masyarakat.

2. Hakim wajib memperhatikan sifat-sifat baik dan buruk dari tertuduh dalam menentukan dan mempertimbangkan berat ringannya pidana.

Sifat-sifat yang jahat maupun yang baik dari tertuduh wajib diperhatikan Hakim dalam mempertimbangkan pidana yang akan dijatuhkan.

Keadaan-keadaan pribadi seseorang perlu diperhitungkan untuk memberikan pidana yang setimpal dan seadil-adilnya. Keadaan pribadi tersebut dapat diperoleh dari keterangan orang-orang dari lingkungannya, rukun tetangganya, dokter ahli jiwa dan sebagainya.

C. TANGGUNG JAWAB HAKIM

1. Tanggung Jawab Hakim Kepada Penguasa

Tanggung jawab hakim kepada penguasa (negara) artinya telah melaksanakan peradilan dengan baik, menghasilkan keputusan bermutu, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara.

a. Melaksanakan peradilan dengan baik. Peradilan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, nilai-nilai hukum yang hidup dalam masayarakat, dan kepatutan (equity).

b. Keputusan bermutu. Keadilan yang ditetapkan oleh hakim merupakan perwujudan nilai-nilai undang-undang, hasil penghayatan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, etika moral masyarakat, dan tidak melanggar hak orang lain.

c. Berdampak positif bagi masyarakat dan negara. Keputusan hakim memberi manfaat kepada masyarakat sebagai keputusan yang dapat dijadikan panutan dan yurisprudensi serta masukan bagi pengembangan hukum nasional.

2. Tanggung Jawab Kepada Tuhan

Tanggung jawab hakim kepada Tuhan Yang Maha Esa artinya telah melaksanakan peradilan sesuai dengan amanat Tuhan yang diberikan kepada manusia, menurut hukum kodrat manusia yang telah ditetapkan oleh Tuhan melalui suara hati nuraninya.

Sumber : http://lawriflaksana.blogspot.com/2010/06/etika-profesi-hakim.html

Etika dan Profesi Hakim

Kewajiban

  1. Seorang hakim bertanggung jawab mendengar dan memperlakukan kedua belah pihak berperkara secara berimbang dengan tidak memihak (impartial). Ketidakberpihakan seorang hakim terhadap pihak-pihak yang berperkara tidak boleh terpengaruh karena adanya hubungan keluarga, teman baik, karena pihak yang dihadapi tokoh masyarakat, ataupun ketidakberpihakan disebabkan oleh adanya tawaran-tawaran materi. Hal ini akan menjadikan ukuran sekaligus cermin tingkat kemandirian seorang hakim dalam setiap menghadapi parkara yang dihadapi.
  2. Seorang hakim bertanggung jawab mendengar sopan dalam bertutur dan bertindak. Tindakan dan tutur kata yang sopan tidak hanya ditunjukkan dalam kerangka menjalankan tugasnya sebagai hakim tetapi dalam hubungan dan interaksi dengan masyarakat.
  3. Seorang hakim bertanggung jawab mendengar memeriksa perkara dengan arif, cermat dan sabar. Hal ini akan menghindarkan hakim dari kesalahan-kesalahan dalam mengambil keputusan, karena setiap persoalan yang dihadapi selalu dipelajari dengan cermat dan penuh hati-hati.
  4. Seorang hakim bertanggung jawab mendengar memutus perkara berdasarkan atas hukum dan rasa keadilan. Keputusan diambil bukan karena pertimbangan suka atau tidak suka tetapi betul-betul didasarkan atas aturan hukum yang ada.
  5. Seorang hakim bertanggung jawab mendengar menjaga martabat, kedudukan dan kehormatan hakim. Seorang hakim harus mampu menghindari tindakan-tindakan negatif yang dapat merusak citra profesi hakim di mata masyarakat

Etika Dan profesionalisme

Etika adalah suatu perilaku yang dimiliki seseorang, setiap orang memiliki etika berbeda – beda ada yang baik dan ada pula yang buruk. Etika dapat dilatih sejak dini agar kelak menjadi pribadi yang baik.
Profesionalisme adalah sifat karakter seseorang yang cinta terhadap bidang pekerjaannya dan menjunjung tinggi apa yang harus dilakukan pada profesinya. Jadi etika dan profesionalosme adalah siatu perilaku seseorang dalam menjalankan profesinya, contoh seorang penjaga toko yang dibuat jengkel oleh pelanggan yang terlalu banyak bertanya, etika yang baik yang sesuai dengan profesinya adalah melayani dengan baik karena memang itu pekerjaan dia. Jadi etika dan profesionalisme dua kata yang sangat penting dalam kepribadian seseorang dalam menjalankan profesinya, karena sesuatu yang baik akan mendapatkan hasil yang baik. Sekian