ETIKA MENGGUNAKAN GADGET

Pengertian Gadget

Gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Tetapi dari penjelasan diatas akan membuat kita lebih bertanya, “Apa perbedaan gadget dengan perangkat elektronik lainnya?”. Yang paling mencolok dari perbedaan tersebut adalah unsur “pembaharuan”. Simple-nya. gadget adalah alat elektronik yang memiliki pembaharuan dari hari ke hari sehingga membuat hidup manusia lebih praktis.

Kita ambil contoh telepon rumah dan komputer. Komputer dan telepon rumah masuk dalam kategori perangkat elektronik. Bandingkan dengan Laptop dan handphone, kedua perangkat ini lebih compact dan portable, sehingga kedua perangkat ini dapat disebut sebagai gadget.

Etika Menggunakan Gadget

Karena tulisan saya kali ini membahas tentang etika menggunakan gadget, maka saya akan lebih menekankan pembahasan etika dalam menggunakan gadget dibanding menjabarkan pengertian apa itu gadget. Pada jaman sekarang ini tidak bisa dipungkiri bahwa gadget merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari kusunya untuk menunjang produktivitas kita dalam bekerja, namun demikian bukan berarti hanya orang yang sedang bekerja saja yang boleh menggunakan gadget tersebut. Di tempat-tempat umum sekali pun berhamburan orang-orang yang sibuk dengan gadget mereka masing-masing. Jenis-jenis gadget seperti perangkat seluler lowend, smartphone, tablet, netbook, hingga laptop sudah menjadi andalan di genggaman para penggila gadget di mana pun mereka berada.

Kita yang sudah terbiasa melihat pemandangan ini seakan ikut menjadi bagian dari mereka. Memang tidak ada salahnya jika setiap orang menggunakan gadget mereka masing-masing untuk kebutuhannya sendiri. Akan tetapi, penggunaan gadget yang tidak bijak terkadang bisa membuat kesal orang lain. Bayangkan jika ada orang lain sedang bertatap muka dengan kita, sedangkan kita sibuk dan lebih mementingkan isi informasi dalam gadget kita, rasanya tidak sopan dan tidak beretika.

Itu adalah contoh kecil di sekeliling kita. Mari kita amati lebih jauh lagi, pernahkah kita melihat sekumpulan orang yang sedang makan bersama, tiba-tiba beberapa diantara mereka sibuk sendiri dengan gadget masing-masing? Entah itu membaca sms, melihat-lihat status jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter, asyik berchatting ria dengan berbagai layanan messenger, bermain game, dan sebagainya. Hal-hal semacam ini juga tidak jarang kita jumpai pula di tempat-tempat umum seperti stasiun, terminal, cafe, mall, warung makan, kantor, sekolah/kampus, bahkan pasar.

Sebegitu pentingnya informasi dan fitur lain dalam gadget kita telah membuat sebagian orang menjadi lupa. Mereka lupa bahwa mereka sedang berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung di dunia nyata. Waktu yang mereka habiskan untuk melayani gadget mereka jauh lebih banyak dibandingkan dengan interaksi kepada orang-orang di sekitarnya.

Simpanlah sejenak gadget kita ketika kita sedang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Layani mereka terlebih dahulu dengan sopan dan beretika. Hindari hal-hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain, serta janganlah seolah-olah kita yang berbuat ‘cuek’ dan ’sok sibuk’ kepada orang-orang di sekitar kita. Pada acara-acara tertentu, misalnya ketika rapat dan beribadah, akan lebih baik jika gadget kita dimatikan (silent) terlebih dahulu agar tidak mengganggu suasana.

Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Gadget

Pada dasarnya gadget diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia sehingga pekerjaan manusia dapat diselesaikan dengan lebih praktis dan efisien. Sebagai contoh, melalui gadget seseorang dapat dengan mudah mengirim pesan kepada seseorang lainnya tanpa harus berada ditempat kusus serta memakan waktu yang lama, seseorang juga dapat melihat informasi dengan begitu mudahnya, selain itu gadget juga dapat digunakan seseorang untuk menghibur dirinya disaat sedang stress dengan rutinitasnya seperti dengan bermain games atau sekedar mendengankan lagu.

Namun, dengan adanya gadget bukan berarti selalu hal positif yang akan kita dapatkan, gadget juga dapat menimbulkan hal-hal yang negatif seiring dengan penggunaanya yang tidak bijak. Seperti telah ditulisankan sebelumnya bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi rasa sopan kita kepada seseorang di saat sedang berinteraksi secara tatap muka, selain itu penggunaan gadget oleh anak-anak dapat berdampak negatif saat penggunaanya tidak diawasi oleh orang tuanya, seorang anak dapat dengan mudah mengakses situs porno dari gadgetnya yang akan berdampak pada rusaknya jiwa dan pikiran anak tersebut. Selain beberapa dampak negatif yang sudah disebutkan sebelumnya terdapat sebuah kasus yang belum lama terjadi, yaitu seorang ibu terpeleset dari tangga ketika sedang asyik membaca sesuatu pada gadgetnya.

Contoh Kasus

Cyber Crime
Seiring dengan perkembangan jaman banyak cara yang dilakukan dalam kejahatan di dunia maya atau Cybercrime. pengertian dari cybercrime itu sendiri adalah tidak criminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi computer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet. Tapi jangan takut karena kejahatan jenis ini juga bisa meninggalkan jejak yang sangat membantu para penyidik. Berikut saya akan memaparkan beberapa kasus yang terjadi dalam dunia maya.

Pengertian Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet atau dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan telekomunikasi.

Penipuan
kejahatan yang sekarang lagi marak di dunia maya, adalah penipuan. penipuan dalam bentuk transaksi jual beli barang dan jasa. modus operandi penipu online ini pun dilakukan dengan berbagai cara, ada yang menjual melalui milis, melalui forum, melalui mini iklan, text-ad. dengan mengaku berada di kota yang berbeda dengan calon mangsanya, mereka memancing kelemahan dari para calon ‘pembeli’ yang tidak sadar mereka sudah terjebak.

Modus : Orang yang melakukan transaksi pembelian gadget dengan seseorang yang dikenal melalui milis tersebut dan ternyata setelah pembayaran (transfer) dilakukan, barang yang datang ternyata bukan gadget yang dimaksud, ternyata paketnya berisi lembaran brosur paket investasi.
di forum kaskus, untuk mengatasi kejahatan penipuan, mereka membuat sebuah ‘jembatan’ yang memperantarai pembeli dan penjual. walaupun saya tidak tahu detailnya bagaimana, tampaknya cara seperti ini lumayan ampuh untuk mencegah penipuan yang dimaksud. karena pembeli dan penjual tampaknya divalidasi sehingga kebedaan mereka di dunia nyata ada nyatanya.
sayangnya beberapa orang yang sudah tertipu, jarang ada yang melaporkan ke polisi. padahal polisi sudah mempunyai divisi khusus cyber crime untuk menangani masalah ini. semata-mata karena mereka takut harus mengeluarkan uang hanya untuk melaporkan kejahatan. kalau begitu, mungkin silahkan mencoba form pelaporan yang tersedia di website divisi khusus tersebut di http://www.cyber-poldametro.net/Indonesia/Laporan.asp
pelanggulangan : jika kita akan melakukan sebuah transaksi jual beli di internet, kita harus teliti apakah penjual/pembeli bisa dipercaya atau tidak.

Spyware
Sesuai dengan namanya, spy yang berarti mata-mata dan ware yang berarti program, maka spyware yang masuk dalam katagori malicious software ini, memang dibuat agar bisa memata-matai komputer yang kita gunakan. Tentu saja, sesuai dengan karakter dan sifat mata-mata, semua itu dilakukan tanpa sepengetahuan si empunya. Setelah memperoleh data dari hasil monitoring, nantinya spyware akan melaporkan aktivitas yang terjadi pada PC tersebut kepada pihak ketiga atau si pembuatspyware.
Spyware awalnya tidak berbahaya karena tidak merusak data seperti halnya yang dilakukan virus. Berbeda dengan virus atau worm, spyware tidak berkembang biak dan tidak menyebarkan diri ke PC lainnya dalam jaringan yang sama .
Modus : perkembangan teknologi dan kecanggihan akal manusia, spyware yang semula hanya berwujud iklan atau banner dengan maksud untuk mendapatkan profit semata, sekarang berubah menjadi salah satu media yang merusak, bahkan cenderung merugikan.

Sumber
http://alufaaminul.blogspot.com/2012/07/3-contoh-kasus-penyalahgunaan-teknologi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s