ANALISIS E-GOVERNMENTKOTA/KABUPATEN DI PROVINSI PAPUA


 

 

ANALISIS E-GOVERNMENT

KOTA/KABUPATEN DI PROVINSI PAPUA


 


 

 

 

 

 

 

 

 

Nama : Faisal Ariyanto

NPM : 12110524

Kelas : 4KA30

 

 

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

  1. Papua

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.

1.2 SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH

Situs web pemerintah daerah merupakan salah satu strategi di dalam melaksanakan pengembangan e-government secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan terukur. Berdasarkan sifat transaksi informasi dan pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah daerah melalui jaringan informasi Iinpres 3/2003), pengembangan e-government dapat dilaksanakn melalui 4 tahap tingkatan :

  • Tingkat 1 : Persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah, misalnya Warnet dll
  • Tingkat 2 : Pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain
  • Tingkat 3 : Pemantapan, meliputi pembuatan situs transaksi pelayanan public dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain
  • Tingkat 4 : Pemanfaatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G (interagency relationship), G2B (Government to Business) dan G2C (Government to Citizen) yang terintegrasi.

     

Tujuan dari pembuatan situs web Pemerintah Daerah adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dan pihak lain dalam memperoleh aksesin formasi dan layanan Pemerintah Daerah. Tujuan yang lainnya adalah untuk ikut berpartisipasi di dalam pengembangan demokrasi di Indonesia dengan menggunakan media internet dan teknologi lain yang akan muncul di kemudian hari. Situs web Pemerintah Daerah dibuat sesuai dengan keinginan pemerintah di dalam pemberianpelayanan kepada masyarakat yaitu :

 

  • Perolehan informasi secara mudah, benar, adil, dan luas cakupan
  • Penyebarluasan informasi melalui media elektronik yang meliputi :
    • Semua bahan yang telah diterbitkan atau bahan-bahan yang telah berada diluar perlindungan hak cipta (boleh diketahui oleh umum);
    • Semua informasi yang dibuat dan dikumpulkan sesuai undang-undang(tunduk kepada pertimbangan-pertimbangan kepekaan komersial danrahasia pribadi);
    • Semua dokumen yang diperlukan bagi kepentingan masyarakat.

       

Dengan adanya tujuan tersebut, situs web diharapkan mempunyai kualitas tinggi, mudah di dalam pengaksesan, dan insklusif, serta menampilkan citra yang berkaitan dengan kegiatan Pemerintah Propinsi, Kabupaten, dan Kota. Isi dan desain dari tampilan suatu situs web Pemerintah Daerah dapat dibuat bervariasi dan menarik ,tetapi fitur-fitur teknis dan manajemen praktis yang baik tidaklah banyak berbeda antara satu pengelola dengan pengelola lain. Organisasi yang ada di Pemerintah Daerah hendaknya mengembangkan situs-situs dengan isi yang selalu baru serta ditulis dengan baik, jelas, dan singkat yang memenuhi kebutuhan masayarakat luas, serta mudah diakses. Suatu informasi yang mutakhir yang dipublikasikan di internet hendaknya bersamaan dengan publikasi yang ada di media lain.

 

Sebuah situs web Pemerintah Daerah mempunyai persyaratan minimal untuk isi situsnya. Pengelola situs web harus mampu menentukan apa yang diharapkan oleh parapengguna mengenai apa yang seharusnya ada di website. Organisasi-organisasi yang ada di pemerintahan sendirilah yang akan menentukan bagaimana sebaiknya mengaturisi dengan memperhatikan masyarakat pengguna situs web bersangkutan. Analisis dan pengetahuan mengenai masyarakat pengguna untuk sebuah situs web adalah penting karena adanya kemungkinan perbedaan yang cukup besar antara masyarakat untuk bagian-bagian situs yang berbeda, atau untuk situs-situs yang berbeda di dalam sebuah tingkat organisasi pemerintahan. Pada saat merencanakan dan mengembangkan situsweb Pemerintah Daerah, sebaiknya dilakukan riset pasar yang dilakukan berulang kali.

 

Menurut panduan dari KOMINFO (2003), isi minimal pada setiap situs web pemerintah daerah :

  1. Selayan Pandang.

    Menjelaskan secara singkat tentang keberadaaan Pemda bersangkutan (sejarah, moto, lambing dan arti lambing, lokasi dalam bentuk peta, visi dan misi)

  2. Pemerintahan Daerah

    Menjelaskan struktur organisasi yang ada di Pemda bersangkutan (eksekutif, legislative) beserta nama, alamat, telepon, email dari pejabat daerah. Jika memungkinkan biodata dari pimpinan daerah ditampilkan agar masyarakat luas mengetahuinya

  3. Geografi

    Menjelaskan antara lain keadaan topografi, demografi, cuaca dan iklim, social dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan. Semua data dalam bentuk numeric atau statistic harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya

  4. Peta Wilayah dan Sumberdaya

    Menyajikan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta wilayah (dari Bakosurtanal) dan juga sumberdaya yang dimiliki oleh daerah bersangkutan dalam bentuk peta sumberdaya (dikeluarkan oleh instansi pemda yang mempunyai tugas pokok dan fungsi pembuat peta) yang dapat digunakan untuk keperluan pengguna.

  5. Peraturan/Kebijakan Daerah

    Menjelaskan peraturan daerah (perda) yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah bersangkutan. Melalui situs web pemerintah daerah ini semua perda yang dikeluarkan disosialisasikan kepada masyarakat luas.

  6. Buku Tamu

    Tempat untuk menerima masukand ari pengguna situs web pemda bersangkutan

     

     

     

     

 

  1. UNIT ANALISIS E-GOVERMENT DAN KATEGORIS

Untuk menganalisa suatu situs web pemerintah (e-government), ada terdapat 6 unit analisis yang harus diperhartikan, yaitu

  1. Informasi Menu Utama dalam Website
    1. Potensi Daerah : informasi mengenai potensi yang ada pada pemerintah daerah, baik berupa potensi alam, pariwisata, perdagangan, dan lainnya
    2. Komoditas Utama : informasi mengenai kekayaan  dan hasil alam yang berada di pemerintahan daerah, berdasarkan sector pertanian, perkebunan, pertenakan, dan lainnya.
    3. Kualitas SDM : kualitas masyarakat pada pemerintah daera,  latar pendidikan yang harus dimiliki pada setiap masyarakat supaya dalam penempatan karyawan pada suatu perusahaan lebih mudah dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka dapat.
  2. Informasi tambahan dalam fasilitas Website
    1. Tahap 1 : informasi tambahan dalam bidang pendidikan, baik pendidikan secara formal atau bidang ilmu pengetahuan secara umum yang ada pada pemerintah daerah
    2. Tahap 2 : informasi tambahan di bidang perniagaan, baik kegiatannya maupun komoditi yang tersedia pada daerah pemerintahan tersebut.
    3. Tahap 3: informasi tambahan mengenai kegiatan yang berlangsung pada pemerintahan daerah ataupun kegiatan diluar pemerintahan daerah tersebut dan masih berkaitan
  3. Penyediaan hubungan
    1. G2C ( Government to Citizein) : tersediannya sarana penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Seperti komunikasi secara online atau forum diskusi
    2. G2B ( Government to Business) : informasi mengenai kerjasama yang akan dilakukan atau telah dilakukan oleh pemerintah daerah dengan perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan. Contohnya berkerjasama dalam proyek pembangunan jalan tol dengan investor
    3. G2G ( Government to Government) : informasi mengenai kerjasama dengan pemerintahan daerah , provinsi  lain
  4. Aksesibilitas

    Kecepatan dalam akses jaringan untuk membuka website dan menu – menunya. Kecepatan dibedakan atas 3 jangkauan yaitu kurang dari 10 detik, antara 10 – 30 detik dan lebih dari 30 detik

  5. Disain
    1. Animasi : gambar yang didesaign begerak
    2. Grafis : perpaduaan dan komposisi warna yang baik
    3. Teks lengkap : tulisan mengenai website secara detail dan jelas serta mudah dimengerti.

 

 

  1. Jumlah tingkat informasi

    Jumlah tingkatan informasi di dalam suatu situs web pemerintah akan digolongkan ke dalam 4 tingkatan.

 

Hal ini disesuaikan dengan isi Inpres 3/2003, yaitu :

  1. Tingkat 1 :

    Persiapan, meliputi pembuatan situs informasi di setiap lembaga, penyiapan SDM, penyiapan sarana akses yang mudah, misalnya Warnet dll

  2. Tingkat 2 :

    Pematangan, meliputi pembuatan situs informasi public interaktif dan pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain

  3. Tingkat 3 :

    Pemantapan, meliputi pembuatan situs transaksi pelayanan public dan pembuatan interoperabilitas aplikasi dan data dengan lembaga lain

  4. Tingkat 4 :

    Pemanfaatan, meliputi pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G (interagency relationship), G2B (Government to Business) dan G2C (Government to Citizen) yang terintegrasi.

 

Unit Analisis e – government telah memiliki bobot nilai begitu juga dengan kategorisnya. Bobot nilai yang diberikan disesuaikan dengan penilain berdasarkan analisis yang dilakukan. Berikut tabel unit analisis e-government dan kategorinya

Unit Analisis E-Government dan Kategorisasi

 

No.

Unit Analisis

Bobot Nilai

Kategori

Bobot Nilai

Jumlah Total

% Nilai Total

1

Informasi Menu

Utama dalam Web

Site

25%

Potensi daerah

Komoditas Utama

Kualitas SDM

40%

30%

30%

100%

= NxB

2

Informasi tambahan

dlm fasiltias web site

20%

Tahap I

Tahap II

Tahap III

20%

30%

50%

100%

= NxB

3

Penyediaan

Hubungan

15%

G2C

G2B

G2G

40%

30%

30%

100%

= NxB

4

Aksesibilitas

10%

< 10 detik

10 – 30 detik

> 30 detik

100%

70%

50%

100%

= NxB

5

Design

10%

Animasi

Grafis

Teks lengkap

30%

30%

40%

100%

= NxB

6

Jumlah tingkatan

Informasi

20%

1 Tingkat

2 Tingkat

3 Tingkat

4 Tingkat

25%

25%

25%

25%

100%

= NxB

 

  • Analisa

     

Analisa yang dilakukan berguna untuk memberikan saran apabila masih terdapat kekurangan mengenai website tersebut, ataupun pengukuran baik atau buruknya suatu pengelolaan e-government berdasarkan ketentuan yang berlaku. Berikut adalah 5 buah website e-government tingkat kabupaten terdapat pada provinsi Papua yang kami analisis :

 

3.1 Kabupaten Marauke

Situs website resmi pemerintah kabupaten Marauke (www.merauke.go.id/portal/) memiliki tampilan yang menarik, perpaduan warna yang baik dan menu – menu yang tertata rapih menjadikan website enak dipandang, situs pemerintahan ini tidak hanya sekedar situs pemerintahan tetapi terlihat seperti portal berita karena pada menu utama sajian berita sangat lengkap dan update dari mulai berita tentang Merauke sendiri sampai berita Mancanegara tersaji disini.

3.3.1 ANALISIS ISI WEB E-GOVERNMENT KAB. MERAUKE

Analisis yang pertama dilakukan terhadap situs web e-government kab Merauke adalah isi (content) dari web e-government tersebut. Berikut ini merupakan hasil analisis yang dilakukan terhadap situs web e-government ini, yaitu :

  1. Selayang Pandang

Pada Situs web e-government ini terdapat sejarah dari kab Merauke yangmenjelaskan bagaimana Merauke ditemukan, lalu terdapat lambang dan arti lambang dari kabupaten Merauke yang mana melambangkan cerminan Pancasila serta melambangkan alat pelindung, mengayomi, dan mengamankan masyarakat dalam mencapai cita-cita revolusi 17 Agustus 1945, Disini juga terdapat visi dan misi dari kab Merauke tetapi tidak ada informasi tentang peta administratif dari daerah kab Merauke, sehingga pengunjung tidak dapat mengetahui batas – batas wilayah dari Kab Merauke. Lalu kekurangan website ini informasi yang disajikan kebanyakan dalam bentuk teks.

  1. Pemerintah Daerah

    Pada website ini terdapat Struktur Organisasi yang terdapat pada Kab Merauke, tetapi hanya link dinas – dinas daerah yang bisa diakses, dinas – dinas daerah ini terdapat alamat, nama kepala dinas serta kontak kepala dinas. informasi yang disajikan masih belum lengkap karena pada web e-goverment ini biodata ataupun profil juga tidak tercantum karena situs web ini hanya menampilkan alamat dan no.telepon.

  1. Geografi

    Pada website ini terdapat keterangan geografis dari kab Merauke tercantum informasi seperti luas wilayah, topografi, kondisi Geografis, Kabupaten Merauke yang masih menyimpan banyak potensi ekonomi untuk menunjang pembangunan. Namun,informasi yang ditampilkan masih kurang up-to-date karena data terakhir yang dicatumkan adalah untuk tahun 2011 sedangkan untuk masalah keadaan iklim dan cuaca tidak ada penjelasan yang spesifik karena lebih banyak menjelaskan posisi kota Merauke secara geografis.

  1. Peta Wilayah dan Sumber Daya

Situs e-goverment ini tidak menyajikan atau menampilkan batas administrasi wilayah dalam bentuk peta, namun dari segi potensi daerah, website kota Merauke telah memaparkan potensi yang dimiliki di berbagai bidang seperti Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan , Peternakan dan Perikanan. Sedangkan, untuk penjelasan informasi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki kota Merauke website ini masih kurang lengkap menjabarkan karena hanya ditampilkan dalam bentuk angka

  1. Peraturan/Kebijakan Daerah

Peraturan dan kebijakan daerah dirasa penting untuk ada di dalam situs kabupaten atau e-government. Tapi di situs kabupaten Merauke sendiri belum di sertakan informasi mengenain peraturan dan kebijakan daerah.Sehingga hal ini membuat website ini kurang sempurna. Peraturan dan kebijakan daerah sangat penting untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentangperaturan-peraturan apa saja yang berlaku di daerah tersebut, sehingga dalam website kabupaten ini harusnya dicantumkan mengenai peraturan serta kebijakan daerahnya.

  1. Buku Tamu

Buku tamu merupan bagian yang penting. Karena melelui buku tamu pemerintah bisa mengetahu siapa saja yang masuk dalam website ini selain itu pemerintah juga bisa mengetahui saran dan kritik bagi pemerintah kabupaten, karen melalui buku tamu pengguna bisa memberikan kritik, saran, kesan ataupun pesan melalui coment. Dalam e-government yang dimiliki oleh kabupaten Merauke buku tamu tidak tersedia sehingga sulit untuk melakukan komunikasi terhadap website tersebut.

 

    Dan berikut tampilan halaman utama dari website Kab Merauke,

 

    

 

 

3.3.2 UNIT ANALISIS E-GOVERNMENT KOTA MERAUKE DAN KATEGORISASI

.    Analisis yang kedua yang dilakukan terhadap situs web pemerintah daerahMedan adalah dari segi unit analisis e-government dan kategorisasinya. Hasilanalisisnya akan diperlihatkan pada Tabel berikut

 

No

Unit Analisis

Bobot Nilai

Kategori

Bobot Nilai

Jumlah Total

% Nilai Total

1

Informasi Menu Utama Dalam Website

25%

Potensi Daerah Komoditas Utama Kualitas SDM

24%6

24%8

24%8

72%

18%

2

Informasi Tambahan Dalam Fasilitas Website

20%

Tahap I

Tahap II

Tahap III

12%6

18%6

50%10

80%

16%

3

Penyediaan Hubungan

15%

G2C

G2B

G2G

12%3

9%3

9%3

30%

4,5%

4

Aksesibilitas

10%

<10 detik=”” span=””>

10-30 detik

>30 detik

100%


100%

10%

5

Design

10%

Animasi

Grafis

Teks Lengkap

18%6

24%10

32%8

74%

7,4%

6

Jumlah Tingkatan Informasi

20%

1 Tingkat

2 Tingkat

3 Tingkat

4 Tingkat

7,5%3

17,5%7

2,5%1

5%2

32,5%

6,5%

7

Jumlah

100%

     

62,4%

 


Keterangan Range :    1 – 5 : Tidak Bagus;     6 – 7 : Cukup Bagus;       8 – 10 : Bagus

Keterangan :

  1. Informasi menu utama dlam website e-government Kab. Merauke
    1.  Potensi Utama

Nilai bobot untuk website ini adalah 6, sehingga nilainya 6/10 * 40% = 24%.

Pada website ini sudah dijelaskan secara rinci mengenai potensi daerah yang terdapat pada Kabupaten Merauke. Namun penjelasan yang diberikan hanya sekedar teks, tanpa menjelaskan lokasi infrastruktur yang terdapat pada lokasi daerah tersebut.

  1. Komoditas Utama

Nilai bobot website ini adalah 8, sehingga nilainya adalah 8/10 * 30% = 24%.

Informasi mengenai hasil komoditi utama pada daerah ini sudah dijelaskan secara rinci pada menu potensi namun data yang ditampilkan tahun 2011.

  1. Kualitas SDM

Nilai bobot website ini : 8, dengan perhitungan 8/10 * 30% = 24%.

Pada website ini menjelaskan secara rinci mengenai jumlah penduduk pada masing-masing wilayah kecamatan, berdasarkan jumlah penduduk dan jumlah KK.

 

  1. Informasi tambahan dalam fasilitas website e-government Kab. Merauke
    1. Tahap I

      Nilai bobot website ini adalah 1, sehingga nilainya 6/10 * 20% = 12%.

      Informasi yang berkaitan dengan pendidikan di Merauke terdapat pada berita, tetapi hanya ada 1 berita tentang pendidikan di Merauke sampai pada penilaian ini dilaksanakan,

    2. Tahap II

      Nilai bobot website ini adalah 6, sehingga nilainya 6/10 * 30% = 18%.

      Website ini terdapat informasi tentang perniagaan yaitu Industri dan Perdagangan, pada industri menerangkan jumlah industri kecil dan menengah, lalu terdapat jumlah lapangan kerja yang mampu disiapkan oleh sektor industri serta nilai investasinya.

    3. Tahap III

      Nilai bobot website ini adalah 6, sehingga nilainya adalah 10/10 * 50% = 50%.

      Informasi umum yang disajikan di website pemerintahan ini sangat lengkap seakan – akan website ini seperti portal berita karena sebagian besar informasi adalah berita dari mulai berita Merauke sendiri sampai berita mancanegara.

  2. Penyediaan Hubungan
    1.  G2C

      Nilai bobot untuk website ini adalah 3, sehingga nilainya 3/10 * 40% = 18%.

      Website ini tidak memberikan tampilan menu-menu yang menjadi fasilitas masyarakat untuk dapat berinteraksi dengan pemerintah. Hanya terdapat kontak support itupun harus mengirim email secara manual.

    2. G2B

      Nilai bobot website ini adalah 3, sehingga nilainya 3/10 * 30% = 9%.

      Website ini tidak ada interaksi dengan lembaga perusahaan manapun, hanya menampilkan informasi layanan masyarakat seperti SPBU, BANK, Rumah sakit itupun tidak lengkap hanya terdapat nama jalan bukan alamat lengkap.

    3. G2G

      Nilai bobot website ini adalah 3, sehingga nilainya 3/10 * 30% = 9%.

      Website ini tidak memberikan informasi tentang interaksi pemerintahan dengan bisnis yang berhubungan dengan kegiatan pemerintahan.hanya terdapat link ke website lain seperti KPK, KPPU, SIMONEP, LPSE, BAPPENAS dan LKPP tetapi tidak ada interaksi yang dilakukan antara website ini dengan website lain.

  3. Aksesibilitas

    Nilai bobot untuk website ini adalah 100%. Kecepatan akses untuk menampilkan setiap menu sudah bagus, karena kecepatan aksesnya kurang dari 10 detik. (Perhitungan dilakukan dengan kecepatan koneksi HSDPA)

  4. Design
    1.  Animasi

      Nilai bobot untuk website ini adalah 6, sehingga nilainya 6/10 * 30% = 18%.

      Pada website ini terdapat gambar bergerak pada menu utama walaupun terbilang biasa-biasa saja hanya transisi 3 gambar yang berbeda..

    2. Grafis

      Nilai bobot website ini adalah 10, sehingga nilainya 10/10 * 30% = 24%.

      Perpaduan warna yang digunakan pada website ini sangat baik, terlihat rapi dan senada dan menjadikan website ini enak dipandang.

    3. Teks Lengkap

      Nilai bobot website ini adalah 8, sehingga nilainya 8/10 * 40% = 32%.

      Informasi yang diberikan kepada pengunjung web ini sudah dapat disampaikan dengan baik, karena sudah menggunakan bahasa yang baku dan dibahas dengan lengkap.

  5. Jumlah Tingkatan Informasi
    1. 1 Tingkat

      Nilai bobot website ini adalah 3, sehingga nilainya 3/10 * 25% = 7,5%.

      Website ini tidak memberikan informasi tentang tempat publik yang dapat menggunakan internet secara gratis untuk mengakses situs web e-government ini.

    2. 2 Tingkat

      Nilai bobot website ini adalah 7, sehingga nilainya 7/10 * 25% = 17,5%.

      Situs web e-government ini sudah mampu memberikan informasi yang beraneka ragam, salah satu keunggulan website ini adalah informasi.

    3. 3Tingkat

      Nilai bobot website  ini adalah 1, sehingga nilainya 1/10 * 25% = 2,5%.

      Website ini tidak memberikan informasi mengenai transaksi layanan publik secara jelas dan detail.

    4. 4 Tingkat

      Nilai bobot website ini adalah 2, sehingga nilainya 2/10 * 25% = 5%.

      Website ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara G2C, G2B, dan G2G.. Karena interaksi tersebut penting dalam situs pemerintahan.

 

Hasil analisis yang dilakukan terhadap web e-government Kabupaten Merauke ini memperlihatkan bahwa situs web e-government masih memiliki banyak kekurangan dalam informasi pemerintahannya sendiri, lebih banyak menampilkan berita – berita. .Selain itu, interaksi G2C dari web e-government ini juga tidak ada, informasi G2B dan G2G masih sangat minim.

 

 

 

 

 


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s